 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Salah satu film yang bikin aku terkesan, selain The Legend of The Fall, juga film The Sound of Music. Film itu aku tonton sejak aku SD, karena suka, aku nontonnya lebih dari 10 kali. Aku koleksi semua CDnya, baik CD film maupun musiknya.
Adegan yang aku suka di film The Sound of Music, saat suster Maria pertama kali datang ke rumah besar Kapten Georg von Trapp. Si Kapten tanya, kenapa bajunya rombeng? En dia jawab, baju aku rombeng karena semua baju aku yang bagus2 udah aku kasihin ke fakir miskin. Loh, trus kenapa baju ini ga kamu kasihin juga? kata sang kapten. No Kapten. Baju ini orang miskinpun ga mau...
Uhh.. bener2 aku tersentuh. Dia rela kasih semua yang indah yang dia punya, sementara dia cukup berbahagia dengan apa yang dikenakannya.
Ada lagi adegan yang aku suka, saat dia merasa bahwa dia telah jatuh cinta pada sang Kapten, lalu dia merasa tidak enak karena dia tahu bahwa dia TIDAK BERHAK mempunyai perasaan CINTA itu. Saat cinta tumbuh dengan perlahan di hati sang Kapten dan hati suster Maria.. Maria malah kabur ke biara. Dia tak mau menghianati janjinya ke Tuhan. Mana mungkin seorang biarawati boleh jatuh cinta? Dan mana mungkin dia rela merebut sang Kapten dari tunangannya yang cantik?
Maria pergi, meninggalkan sang Kapten. Mereka berdua sama2 terluka. Saat berjauhan, justru malah terasa sangat berat buat menipu diri, mengelak dari perasaan cinta yang TIDAK SEHARUSNYA itu.
Maria mengurung diri di biara.
Lalu suatu hari, Mother Abbess, suster Kepala di biara, melihat wajah Maria yang (walau tetep pura2 ceria), tapi menyimpan luka yang mendalam. Mother Abbess yang jiwanya memang keibuan, sangat bijak dan berhati mulia, datang dan bertanya:
"ada apa, anakku? Apakah kamu mencintai sang Kapten, tapi kamu terikat janji dengan Tuhan?"
Maria terkejut. Ternyata Suster Kepala tahu gejolak di hatinya.
"Maafkan aku Mother. Aku tidak mau meneruskan cinta ini. Aku akan menguburnya dalam-dalam di hatiku"
"Tidak, anakku. Cinta bukanlah dosa. Kamu harus bersyukur diberi kapasitas mencintai yang besar. Kejarlah cintamu dan jangan menipu perasaanmu. Cinta adalah anugrah dan bukan dosa. Justru jika kau menipu dirimu sendiri, tetap disini tetapi hatimu tidak berada disini, itu adalah suatu kesalahan."
Berbekal kata2 suster Kepala, setelah merenung dan berdoa, Maria kembali ke rumah sang Kapten. Disana, dia tahu bahwa sang Kapten memang benar2 mencintainya dengan sepenuh jiwa. Dia meninggalkan tunangannya dan mengikuti kata hatinya.
Cinta adalah kekuatan yang ajaib.   | Filosofinya dalem banget Zev.... TFS...
|
 | sayang sekali saya tidak mengikuti cerita film nya. tp melihat ringkasanya pasti menarik nih. berbau roman tapi ada juga religi nya. |
 | jeng..jeng itu huruf kapital kenapa ya?
TIDAK BERHAK CINTA TIDAK SEHARUSNYA
*pertanyaan iseng..:p |
 | Duh jadi inget lagu "Edelweis"
Edelweiss, Edelweiss Every morning you greet me Small and white, clean and bright You look happy to meet me
Blossom of snow may you bloom and grow Bloom and grow forever
Edelweiss, Edelweiss Bless my homeland forever |
 | Lagi nyari neh, Rodgers & Hammerstein's Cinderella (1965), pernah liat ga? |
 | foto di artikel diatas kayanya pas nyanyiin ini deh: eidelweis.... eidelweis... and yg jelas anakku suka yg ini: do; a deer, a female deer... re; ....... the sound of music... i love it too |
 | FALLIN LOVE (1988) ( de Niro - Merryl streep)...buatku ini film yang biasa , tapi kudu dikoleksi...setuju, Madame?
|
| |